Workshop Pembuatan Film Pendek

Jurnalis Mugaru/ Januari 17, 2019/ Berita

Dunia sinema bukan hal baru dan asing bagi siswa SMP Muhammadiyah 3 Waru, sejak tahun 2015 SMP Mugaru mulai mengenalkan sebuah Ekstrakurikuler baru dan berbeda dengan sekolah tingkat SMP lain pada umumnya, yaitu Ekstrakurikuler Sinematografi. Sebuah ekstrakurikuler yang bergerak dalam bidang perfilman dan fotografi ini sudah memiliki banyak hasil karya baik berupa foto ataupun film. Disamping itu beberapa film hasil karya Mugarusinemania nama tim ekskul tersebut telah mendapatkan beberapa penghargaan bergengsi tingkat lokal dan nasional. 

Dari hal tersebut mulai bangkitlah bibit bibit sineas muda dari Mugaru, ditunjang di zaman yang serba digital dan dunia pertelevisian yang tidak hanya TV menjadi media utama menyalurkan hasil karya, Media sosial dan website sharing video (Youtube) membuka seluas luasnya kesempatan para anak muda dengan hasil karyanya yang luar biasa menunjukkan pada dunia idealis mereka. SMP Mugaru telah menjadi jembatan bagi siswa-siswa yang memiliki bakat di dunia tersebut untuk memaksimalkan potensinya. Dengan pertimbangan penghargaan yang didapat Mugaru sinemania di dunia film pendek dan dengan diadakanya event terbesar di SMP Mugaru yaitu Mugaru Fest maka Kompetisi Film Pendek Pelajar lingkup siswa Mugaru-pun diadakan. 

Namun sebelum kompetisi film pendek antar siswa Mugaru diadakan, para perwakilan kelas diberi pembekalan lebih tentang dunia perfilman berupa workhsop pembuatan film pendek dengan Narasumber yang tidak asing bagi mereka, yaitu Heru Purwanto atau sapaan akrabnya Bang Heru, yang mana beliau adalah pembina ekstrakulikuler sinematografi dan telah menghasilkan banyak karya yang luar biasa dan telah mendapatkan penghargaan nasional dan internasional, salah satu karya beliau yang sangat fenomenal adalah film yang berjudul “MBOK” produksi tahun 2015 ini pernah mendapatkan penghargaan dari Cefalu Film Festival Italy.

Dalam kegiatan workshop tersebut para perwakilan kelas diberi pelatihan bagaimana membuat sebuah film dengan berbagai media seperti halnya dengan smartphone. walaupun smartphone bisa membuat sebuah karya yang bagus asal dengan teknik pengambilan gambar yang benar. Sekitar 3 Jam pelatihan yang diberikan dan diperlihatkan beberapa contoh film yang dibuat dengan media smartphone ini para peserta-pun mulai mencoba mempraktekkannya.

“Ga sabar pengen segera buat filmnya.” kata salah satu peserta wokshop pembuatan film pendek itu. Disamping itu Bang Heru sangat takjub melihat antusias anak-anak mugaru dalam acara tersebut. “Padahal bukan sekolah film tapi yang datang workshop banyak, yang di sekolah film belum tentu bisa seperti ini loh pak.” terang dia.